Home / BERANDA / Apel Bersama Nusantara Bersatu Dan Pembacaan Maklumat Kapolda NTT Jelang ‘Aksi Damai 212’ Oleh Kapolres Sumba Barat

Apel Bersama Nusantara Bersatu Dan Pembacaan Maklumat Kapolda NTT Jelang ‘Aksi Damai 212’ Oleh Kapolres Sumba Barat

30113  tribratanewssumbabarat.com – Jelang ‘Aksi Damai 212’ tanggal 2 Desember 2016 di Jakarta, hari Rabu 30 Nopember 2016 sekitar jam 08.30 Wita bertempat di lapangan Mandaelu – Waikabubak Kab. Sumba Barat telah berlangsung Apel Bersama Nusantara Bersatu, dengan tema “NUSANTARA BERSATU INDONESIAKU, INDONESIAMU, INDONESIA KITA BERSAMA BHINNEKA TUNGGAL IKA. Hadir dalam apel ini ASDEPV 1 / IV HANEG Marsekal Pertama TNI ACHMAD SAJILI bersama Team KEMENKOPOLHUKAM, Wakil Bupati Kab. Sumba Barat, Wakil Bupati Kab. Sumba Tengah, Wakil Dewan Pimpinan Daerah Kab. Sumba Barat, FORKOPIMDA, Kapolres Sumba Barat, Dandim 1613 Sumba Barat dan FKUB Kab. Sumba Barat. Tak hanya itu, bertindak sebagai peserta apel, turut serta Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Adat, Paguyuban – Peguyuban di Kab. Sumba Barat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda,  Pelajar Tingkat SD, SMP, SMA se Kab. Sumba Barat dan Insan Pers / Surat Kabar di Sumba. Pada apel pagi ini Bapak Kapolres Sumba Barat didampingi Dandim 1613 Sumba Barat membacakan Maklumat dari Kapolda NTT, yakni :

  Bahwa Dalam Rangka Menjaga Stabilitas Keamanan dan Ketertiban  Masyarakat di Propinsi Nusa Tenggara Timur, terkait adanya unjuk rasa tanggal 2 Desember 2016 di JAKARTA oleh sekelompok Ormas, dimana kegiatan tersebut dapat berdampak  terhadap situasi Kamtibmas di Propinsi Nusa Tenggara Timur, maka Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur mengeluarkan segenap untuk dipatuhi dengan  ketentuan sebagai berikut :

  1. Dilarang membantu, mengkoordinir, memfasilitasi atau membiayai sekelompok massa dari wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur untuk berangkat ke Jakarta melakukan unjuk rasa tanggal 2 Desember 2016 karena bertentangan dengan Undang – Undang Nomor 9 Tahun 1998. Apabila ditemukan adanya sekelompok yang membantu mengkoordinir, memfasilitasi dan membiayai serta memberangkatkan massa ke Jakarta akan dilakukan tindakan tegas sesuai ketentuan Undang – undang yang berlaku.
  2. Dilarang melakukan provokasi dengan cara – cara apapun seperti himbauan, ajakan, hasutan melalui selebaran untuk mengajak masyarakat melakukan unras, karena hal itu bertentangan dengan Undang – Undang yang berlaku. Apabila ditemukan maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai dengan ketentuan undang – undang yang berlaku.
  3. Dilarang keras melakukan ancaman kepada kelompok – kelompok masyarakat dengan cara memaksa untuk ikut melakukan aksi unjuk rasa tanggal 2 Desember 2016. Yang dapat memecah belah keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI, maka kepada yang bersangkutan dapat dilakukan tindakan tegas sesuai ketentuan perundang – undangan yang berlaku.
  4. Dilarang membuat dan menyebarkan informasi yang bersifat tuduhan, fitnah, maupun sara yang mengundang kebencian terhadap kelompok tertentu dengan cara berunjuk rasa mengerahkan massa dalam jumlah yang besar sehingga mengakibatkan terganggunya stabilitas kamtibmas, hal ini dapat dijerat sesuai dengan Undang – Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang telah direvisi dan disahkan oleh DPR RI tanggal 27 Oktober 2016 dan mulai berlaku tanggal 28 Nopember 2016.
  5. Dilarang mengganggu kegiatan umat beragama lainnya dengan cara – cara melakukan teror, sabotase, tindakan anarkis dan keributan yang dapat menimbulkan pertikaian antar umat beragama, dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan Undang – Undang yang berlaku.
  6. Dilarang menyebarkan isu – isu yang bersifat menyesatkan atau mengadu domba antar kelompok masyarakat sehingga mengakibatkan terjadinya kesalahpahaman, pertikaian, permusuhan bahkan konflik di tengah – tengah masyarakat. Cara – cara seperti ini dapat dilakukan tindakan tegas sesuai Undang – Undang yang berlaku.

30112

Berikut ini Sambutan atau Orasi oleh FORKOPIMDA dan FKUB Kab. Sumba Barat, yakni :

  • Wakil Bupati Sumba Barat MARTHEN NGAILO TONI, menyampaikan mengajak kita semua mengingat merah putih, kita sudah merdeka pahlawan kita berbeda beda suku , agama, bahasa dan daerah, NKRI, BHINEKA TUNGGAL IKA, PANCASILA, UUD 1945 harga mati, khususnya Sumba atas nama agama suku ras tetap bersatu, kami bangga menjadi masyarakat Sumba NTT dikarenakan masyarakat tetap bersatu.
  • Sambutan Wakil Bupati Sumba Tengah UMBU DONDU, BA menyampaikan mari kita satukan tekat kita NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 harga mati, jangan termakan isu – isu dan provokasi yang menyesatkan, kita jaga persatuan dan kesatuan di wilayah pulau Sumba.
  • Wakil Ketua DPRD Kab. Sumba Barat SAMUEL KAHA HEO menyampaikan Indonesia tetap bersatu kita di Kab. Sumba Barat sudah membuktikan persatuan dan kesatuan, kami di Sumba Barat hidup rukun dan kami mengutuk orang yang ingin memecahkan NKRI serta mengajak warga Sumba Barat untuk tetap berdoa dan menjaga NKRI.
  • Kapolres sumba Barat menyampaikan mengajak keamanan dan ketentraman di wilayah hukum Polres Sumba Barat (ST, SB, SBD) dan mengajak element masyarakat tetap menjaga dan tidak ada perbedaan agama suku ras maupun golongan.
  • Dandim 1613 Sumba Barat menyampaikan agar kita semua adalah Indonesia, apapun terjadi saya yakin di Sumba tidak terpecah belah, kita TNI Polri, dan semua elemen masyarakat tetap bersatu.
  • Sambutan FKUB Sumba Barat, yaitu mengikuti dan menyimak situasi yang terjadi di DKI Jakarta terkait dengan isu dugaan penintaan agama, yang kemudian muncul bermacam ragam tanggapan, tidak di media televisi, namun muncul pula di berbagai media sosial (medsos) oleh orang – orang yang tidak hanya berada di Jakarta tetapi tidak kalah juga oleh kita yang berada di Kab. Sumba Barat. Agar apa yang terjadi di Jakarta, tidak berkembang di daerah Padaeweta Mandaelu tercinta, maka kami dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Sumba Barat menyerukan beberapa hal kepada segenap umat beragama di Kab. Sumba Barat, yakni :
  • Agar segenap umat beragama tetap mempertahankan kondisi antar umat beragama.
  • Agar segenap umat beragama tidak terprovokasi maupun memprovokasi isu yang dapat merusak kerukunan antar umat .
  • Agar segenap umat beragama dapat menggunakan media sosial (Medsos) seperti Facebook, BBM, Line, Whats App, dll untuk menyampaikan komentar, pendapat (opini) yang menyejukkan serta menghindari pernyataan – pernyataan negatif.
  • Agar segenap umat beragama tetap menjalin kerja sama dan membangun komunikasi antar umat.

30114

  Tak ketinggalan, berikut ini merupakan Sambutan dan Orasi dari STAF MENKOPOLHUKAM ASDEPV 1 / IV HANEG Marsekal Pertama TNI ACHMAD SAJILI : Agar masyarakat Sumba tidak terprovokasi oleh isu – isu yang menyesatkan dan mengajak seluruh elemen masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

30116

  Giat Apel bersama Nusantara Bersatu di lapangan Manda Elu berakhir pukul 10.00 Wita serta berjalan dengan aman, tertib dan lancar. (30112016ressb.doc)

About Humas Polres Sumba Barat

Kunjungi Akun Media Sosial Humas Polres Sumba Barat

Check Also

Patroli dan Sambang Warga Kerap di Lakukan

Tribratanewssumbabarat.com – Polres Sumba Barat ; Untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat Sumba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *