Minggu Kasih di GKS Tabogara, Polsek Loli Ajak Jemaat Cegah Kekerasan terhadap Anak dan Penyebaran Hoaks

Minggu Kasih di GKS Tabogara, Polsek Loli Ajak Jemaat Cegah Kekerasan terhadap Anak dan Penyebaran Hoaks

SUMBA BARAT – Dalam upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek Loli melaksanakan kegiatan Minggu Kasih di Gereja Kristen Sumba (GKS) Tabogara, Desa Tana Rara, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat.

 

Kegiatan tersebut menyasar tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis gereja, serta warga jemaat. Tiga personel Polsek Loli yang terlibat dalam kegiatan ini yakni AIPDA Lefrid M. Na'u, AIPDA Yedija Sapai, dan AIPDA Orlando Mahoklory.

 

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Loli menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas kepada Guru Injil, majelis, dan seluruh jemaat yang hadir. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama mencegah segala bentuk kekerasan terhadap anak serta tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu kerukunan di tengah masyarakat.

 

Selain itu, melalui program Minggu Kasih, personel kepolisian juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus membangun komunikasi serta memperkuat kerja sama dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Jemaat juga diharapkan tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya peristiwa atau potensi gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

 

Pihak Guru Injil, majelis, dan warga jemaat menyambut baik kegiatan tersebut serta menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian dan imbauan yang diberikan oleh personel Polsek Loli. Mereka juga menyatakan kesediaan untuk turut berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

 

Melalui kegiatan ini, Polsek Loli berharap hubungan kemitraan antara kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga jemaat semakin erat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, serta bebas dari kekerasan terhadap anak dan penyebaran hoaks.

 

POLISI BERSAMA MASYARAKAT