Bukan Sekadar Bersihkan Puing, Polisi Pulihkan Harapan Anak-Anak SDN Ledang Pascagempa
Debu, pecahan batako, potongan kayu, triplek, dan material bangunan berserakan di sejumlah bagian SD Negeri Ledang, Kampung Ledang, Desa Pong Majok, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (28/8/2026) pagi.

Sekolah yang biasanya dipenuhi suara anak-anak belajar itu kini menyisakan jejak kerusakan akibat gempa bumi Flores. Namun pagi itu, pemandangan berbeda terlihat. Sejumlah personel Polsek Lembordatang bukan untuk sekadar menjalankan tugas kepolisian, tetapi turun langsung mengangkat puing dan membersihkan ruang-ruang yang terdampak.
Dipimpin Kapolsek Lembor Ipda Vinsensius Hardi Bagus, S.I.P., bersama Waka Polsek Aiptu Antonius Laga dan delapan personel, polisi bergotong royong bersama para guru membersihkan material bangunan yang berserakan.
Sejak pukul 08.00 WITA, tangan-tangan berseragam itu bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Material yang membahayakan disingkirkan, sementara sejumlah inventaris sekolah yang masih dapat diselamatkan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Bagi polisi, pekerjaan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi anak-anak SDN Ledang, sekolah yang kembali bersih dan aman adalah bagian dari harapan untuk bisa kembali belajar dengan tenang.
Menyingkirkan Bahaya, Mengembalikan Rasa Aman
Kapolsek Lembor Ipda Vinsensius mengatakan, pembersihan dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan lingkungan sekolah tidak menyimpan potensi bahaya bagi siswa maupun tenaga pendidik.
“Pembersihan material reruntuhan seperti batako, kayu, triplek, dan semen ini kami lakukan agar lingkungan sekolah kembali aman. Kami ingin memastikan tidak ada material rawan yang dapat membahayakan keselamatan para siswa maupun guru saat beraktivitas di area sekolah, khususnya di dalam ruang kelas,” ujar Ipda Vinsensius, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, kepedulian terhadap fasilitas pendidikan menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Sekolah merupakan ruang tumbuh bagi anak-anak sehingga kondisi lingkungan belajar harus mendapat perhatian.
Personel Polsek Lembor bersama para guru tidak hanya mengumpulkan puing. Barang-barang inventaris sekolah yang masih layak digunakan juga diamankan untuk mencegah kerusakan maupun kehilangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Aman Nusa II dalam penanggulangan dampak bencana alam di wilayah hukum Polres Manggarai Barat.
Dari Seragam Polisi, Tumbuh Semangat Gotong Royong
Di tengah pekerjaan membersihkan puing, tidak ada jarak antara polisi dan masyarakat. Guru ikut bekerja, personel kepolisian ikut mengangkat material, dan semuanya bergerak dalam satu tujuan: membuat lingkungan sekolah kembali aman.
Kehadiran polisi di tengah reruntuhan sekolah juga menjadi gambaran bahwa penanganan bencana bukan hanya mengenai bantuan logistik. Ada pekerjaan-pekerjaan kecil yang justru sangat berarti bagi masyarakat, mulai dari membersihkan lingkungan, menyelamatkan barang yang masih bisa digunakan hingga memastikan fasilitas umum dapat kembali dimanfaatkan.
Bagi jajaran Polsek Lembor, membantu membersihkan sekolah merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat dalam situasi darurat.
Sekolah Bersih, Harapan Kembali Tumbuh
Kepala SDN Ledang Alexsander Idak, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan respons cepat jajaran Polsek Lembor.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan bantuan dari Kapolsek Lembor beserta anggota. Kehadiran pihak kepolisian sangat membantu kami dalam merapikan reruntuhan gedung kelas sehingga area sekolah kini lebih bersih dan aman untuk penanganan fisik selanjutnya,” ungkap Alexsander.
Bagi sekolah yang baru saja menghadapi bencana, kebersihan bukan sekadar persoalan lingkungan. Ruang kelas yang kembali tertata menjadi langkah awal untuk memulihkan aktivitas pendidikan dan mengembalikan rasa nyaman bagi para siswa.
Gempa mungkin merusak dinding dan atap bangunan. Tetapi semangat untuk kembali bangkit tidak ikut runtuh.
Pagi itu, personel Polsek Lembor meninggalkan SDN Ledang setelah seluruh rangkaian pembersihan selesai sekitar pukul 10.50 WITA.
Puing-puing perlahan tersingkir. Inventaris yang masih bisa diselamatkan telah diamankan. Dan di balik semua itu, terselip pesan sederhana: ketika bencana datang, Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi ikut membantu masyarakat menata kembali kehidupan.
Karena bagi anak-anak SDN Ledang, sekolah yang kembali aman bukan hanya tempat untuk belajar—tetapi juga tempat untuk kembali menumbuhkan mimpi.
#NttPenuhKasih #PrayForFloresNTT

Humas Polres Sumba Barat




