Polisi Hadirkan Hiburan untuk Anak-Anak Pengungsi Gempa Melalui Pemutaran Film di Tenda Pengungsian Gelora Samador Maumere

Polisi Hadirkan Hiburan untuk Anak-Anak Pengungsi Gempa Melalui Pemutaran Film di Tenda Pengungsian Gelora Samador Maumere

Suasana di tenda pengungsian Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tampak berbeda pada Minggu malam, 23 Agustus 2026. Di tengah kondisi para pengungsi yang masih menghadapi dampak gempa bumi, anak-anak mendapatkan hiburan melalui kegiatan pemutaran film yang digelar jajaran Kepolisian Resor Sikka.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 Wita tersebut secara khusus ditujukan bagi anak-anak pengungsi yang terdampak gempa bumi. Pemutaran film dilaksanakan dengan memanfaatkan 1 unit mobil penerangan Satuan Binmas sebagai sarana pendukung kegiatan.

Anak-anak tampak antusias mengikuti pemutaran film. Kegiatan sederhana tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk sejenak melupakan suasana pengungsian dan rasa jenuh yang dirasakan selama berada di lokasi pengungsian.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak yang terdampak bencana.

“Polri berupaya hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk ketika masyarakat menghadapi bencana. Anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Melalui kegiatan sederhana seperti pemutaran film ini, kami ingin memberikan hiburan sekaligus membantu mengurangi kejenuhan mereka selama berada di pengungsian,” ujar Kombes Pol Sajimin menyampaikan pesan Kapolda NTT.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk memberikan rasa nyaman dan menghadirkan suasana yang lebih positif bagi para pengungsi, terutama anak-anak. Hiburan di tengah situasi sulit diharapkan dapat membantu menjaga semangat dan keceriaan mereka.

“Kami berharap anak-anak tetap ceria, merasa diperhatikan dan tidak larut dalam suasana sulit akibat bencana. Kehadiran anggota Polri di lokasi pengungsian diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus dukungan moril bagi masyarakat,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasat Binmas AKP Donatus Paru, Kanit Binmas Polsek Alok Aiptu Yunus Lukman, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kota Uneng Aiptu Hieroni­mus Taji Werang, serta petugas pengamanan di pos pengungsian.

Selain memberikan hiburan, kegiatan ini juga menjadi bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat yang sedang berada dalam kondisi rentan akibat bencana. Interaksi langsung dengan warga diharapkan semakin memperkuat komunikasi dan kepercayaan antara aparat kepolisian dengan masyarakat.

Setelah berlangsung kurang lebih tiga jam, kegiatan pemutaran film berakhir pada pukul 22.00 Wita. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan lancar.

Kehadiran Polri melalui kegiatan kemanusiaan seperti ini menjadi pengingat bahwa di tengah kondisi darurat bencana, perhatian terhadap kebutuhan psikologis anak-anak juga tidak kalah penting. Senyum dan keceriaan anak-anak pengungsi menjadi bagian kecil namun berarti dari upaya bersama untuk bangkit dan melewati masa sulit pascagempa bumi.