Syukuran Ditres PPA-PPO Polda NTT, Kapolda NTT Tekankan Pendekatan Kemanusiaan dalam Penanganan Kasus
Kupang, NTT – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si menegaskan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan maksimal terhadap perempuan dan anak serta pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (PPO) di wilayah NTT. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Syukuran Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda NTT, yang digelar di Mapolda NTT, Rabu (4/2/26).
Dalam sambutannya, Kapolda NTT menyampaikan bahwa pembentukan Direktorat PPA dan PPO merupakan tindak lanjut kebijakan nasional Polri. Ia mengungkapkan bahwa Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi telah melaunching Direktorat PPA-PPO pada 21 Januari 2026, yang dibentuk di 11 Polda dan 22 Polres di seluruh Indonesia.
“Walaupun kita serba terbatas baik dari segi personel maupun anggaran, saya yakin dan percaya di bawah kepemimpinan Ibu Nova selaku Direktur PPA dan PPO, direktorat yang baru ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Irjen Pol. Rudi Darmoko.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan personel akan dilakukan secara bertahap melalui mutasi internal (TR) Polri. Personel yang jajaran akan secara berkelanjutan memperkuat dan mendukung kinerja Direktorat PPA dan PPO.
Kapolda juga menyoroti tingginya angka kejahatan terhadap perempuan dan anak serta kasus perdagangan orang di Provinsi NTT.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian serius adalah peristiwa tragis di Kabupaten Ngada, di mana seorang anak berusia 11 tahun meninggal dunia akibat gantung diri.
“Kasus di Ngada ini sangat memprihatinkan. Seorang anak yang masih sangat kecil hanya karena meminta alat tulis, namun kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan. Ini bukan lagi kasus lokal, tetapi sudah menjadi atensi nasional bahkan sampai ke Istana,” ungkap Kapolda dengan nada prihatin. Sebagai bentuk kepedulian, Kapolda menjelaskan bahwa Kapolres Ngada telah turun langsung ke lokasi untuk memberikan santunan, sementara Biro SDM Polda NTT telah menurunkan konselor guna melakukan pendampingan psikologis terhadap keluarga korban.
Ke depan, penanganan korban maupun pelaku PPA dan PPO juga akan terintegrasi dengan fasilitas “Rumah Bahagia”, yang dalam waktu dekat akan diresmikan oleh Kapolda NTT.
“Rumah Bahagia ini akan diawaki para konselor dari Bag Psikologi Biro SDM, Bhayangkari, serta Polwan yang telah tersertifikasi. Nantinya akan menjadi tempat kolaborasi antara Ditres PPA-PPO dan Rumah Bahagia, khususnya untuk trauma healing dan kesiapan mental korban,” jelasnya.
Kapolda menekankan bahwa penanganan kasus PPA dan PPO tidak bisa dilakukan sendiri oleh Polri. Ia meminta jajaran Ditres PPA-PPO untuk segera menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, LSM, maupun penggiat kemanusiaan lainnya.
“PPO ini sudah menjadi sorotan nasional di NTT dan berlangsung bertahun-tahun. Tidak mungkin kita kerjakan sendiri. Silakan susun strategi, lakukan pendekatan preemtif dan preventif selain represif, serta libatkan seluruh stakeholder,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Kombes Pol. Dr. Nova Irone Surentu, S.H., M.H selaku Direktur PPA dan PPO Polda NTT. Menurutnya, dari sekian banyak perwira Polri, hanya 11 orang yang dipercaya menjabat sebagai Direktur PPA-PPO, dan Kombes Pol. Nova merupakan salah satunya dengan rekam jejak kepemimpinan yang mumpuni.
“Saya perintahkan seluruh anggota yang telah ditunjuk agar benar-benar mendukung Ibu Direktur. Ingat, bertugas di PPA dan PPO lebih condong pada nilai-nilai kemanusiaan daripada sekadar penegakan hukum. Laksanakan tugas dengan berbuat kebaikan dan menolong sesama,” pesan Kapolda.
Acara syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolda NTT yang didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H. Tumpeng tersebut kemudian diserahkan kepada Direktur PPA dan PPO Polda NTT Kombes Pol. Dr. Nova Irone Surentu, S.H., M.H sebagai simbol harapan dan komitmen bersama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Irwasda Polda NTT Kombes Pol. Enriko Sugiharto Silalahi, S.I.K., M.Kn, serta para pejabat utama Polda NTT lainnya.
Dengan terbentuknya Direktorat PPA dan PPO, Polda NTT berharap penanganan kasus kejahatan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang dapat dilakukan secara lebih terpadu, humanis, dan berkelanjutan demi mewujudkan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Humas Polres Sumba Barat




