Kapolres Sumba Barat Sambut Kunjungan Tim Kementerian HAM RI, KPAI dan Polda NTT, Perkuat Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak

Kapolres Sumba Barat Sambut Kunjungan Tim Kementerian HAM RI, KPAI dan Polda NTT, Perkuat Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak
Foto Kegiatan Sosialisasi dan Diskusi "Strategi Perlindungan Perempuan dan Anak di Wilayah Hukum Polres Sumba Barat". Dok. Humas

Sumba Barat – Dalam upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak, Polres Sumba Barat menerima kunjungan Tim Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Nusa Tenggara Timur dalam kegiatan sosialisasi bertema "Strategi Perlindungan Perempuan dan Anak di Wilayah Hukum Polres Sumba Barat", yang berlangsung di Aula Polres Sumba Barat, Jalan Bhayangkara Nomor 2, Kelurahan Komerda, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Jumat (3/7/2026).

 

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali, S.S., M.H. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kementerian HAM Republik Indonesia Munafrizal Manan, S.H., S.Sos., LL.M., M.IP., M.Si., Direktur Reserse PPA dan PPO Polda NTT Kombes Pol. Dr. Nova Irone Surentu, S.H., M.H., Komisioner KPAI Dian Sasmita, M.H., para pejabat utama Polres Sumba Barat, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam perlindungan perempuan dan anak.

 

 

Dalam sambutannya, Kapolres Sumba Barat menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kementerian HAM RI, KPAI, dan Polda NTT yang telah memilih Kabupaten Sumba Barat sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi. Menurutnya, perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi seluruh elemen bangsa.

 

"Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara Polri, pemerintah, lembaga negara, serta seluruh elemen masyarakat dalam mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Polres Sumba Barat berkomitmen memberikan perlindungan, pelayanan, dan penegakan hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan kepada setiap korban," ujar Kapolres.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kementerian HAM RI mengenai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Dalam paparannya disampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencegah terjadinya pelanggaran hak asasi manusia, khususnya terhadap perempuan dan anak, serta pentingnya penegakan hukum yang berpihak kepada korban.

 

 

Selanjutnya, Komisioner KPAI Dian Sasmita, M.H. memaparkan strategi perlindungan anak melalui penguatan keluarga, sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan.

 

Kapolres Sumba Barat kemudian memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Polres Sumba Barat dalam penanganan kasus yang melibatkan perempuan dan anak, mulai dari upaya preventif melalui edukasi kepada masyarakat hingga penegakan hukum secara profesional terhadap setiap pelaku tindak pidana.

 

Paparan berikutnya disampaikan oleh Direktur Reserse PPA dan PPO Polda NTT Kombes Pol. Dr. Nova Irone Surentu, S.H., M.H. yang menegaskan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, lembaga perlindungan anak, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang di wilayah Nusa Tenggara Timur.

 

Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan sekaligus memperoleh solusi dan masukan dari para narasumber.

 

 

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan semakin meningkat pemahaman masyarakat mengenai perlindungan perempuan dan anak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, memperkuat sinergi antarinstansi, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah kekerasan, eksploitasi, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang, serta mendorong keberanian masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan tindak pidana.

 

Polres Sumba Barat menegaskan komitmennya untuk terus membangun kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan wilayah hukum Polres Sumba Barat yang aman, ramah, dan memberikan perlindungan yang optimal bagi perempuan dan anak sebagai generasi penerus bangsa.

 

 

 

 

Humas Polres Sumba Barat*