Polres Sumba Barat–GMNI Duduk Bersama, Perkuat Komitmen Perlindungan dan Pemulihan Anak

Polres Sumba Barat–GMNI Duduk Bersama, Perkuat Komitmen Perlindungan dan Pemulihan Anak

Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, S.S., M.H., didampingi Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, dan Kasat Binmas, melaksanakan audiensi bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumba Barat yang dipimpin Ketua GMNI Sumba Barat, Astriana Lalu Genya.

 

Audiensi tersebut menjadi ruang komunikasi dan dialog antara pihak kepolisian dan mahasiswa, khususnya terkait penanganan perkara pelecehan seksual terhadap anak serta langkah pendampingan dan pemulihan psikologis bagi para korban.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sumba Barat menegaskan bahwa proses penanganan perkara telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kepolisian juga terus berkomitmen memberikan perhatian terhadap perlindungan dan pemulihan anak-anak yang menjadi korban.

 

“Secara hukum, penanganan kasusnya sudah dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Untuk pendampingan dan pemulihan psikologis anak-anak, kami sudah melakukan pendampingan dengan menghadirkan LPSK, termasuk kegiatan terapi mental dan trauma healing,” jelas Kapolres.

 

Selain proses hukum, Polres Sumba Barat juga telah membuka Pos Pengaduan Masyarakat yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun pengaduan berkaitan dengan persoalan pelecehan seksual terhadap anak.

 

Kapolres juga mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kepedulian serta menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

 

“Kami juga meminta kepada adik-adik mahasiswa untuk bersama-sama membantu. Polres Sumba Barat terbuka bagi siapa saja yang ingin memberikan informasi maupun masukan terkait persoalan ini,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua GMNI Sumba Barat Astriana Lalu Genya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Sumba Barat atas langkah cepat dalam menangani perkara tersebut, termasuk upaya pendampingan terhadap anak-anak yang menjadi korban.

 

GMNI Sumba Barat juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Polres Sumba Barat apabila ke depan dibutuhkan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan sosial, edukasi, maupun upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.

 

“Kami dari GMNI siap membantu Polres Sumba Barat apabila mahasiswa dibutuhkan untuk berkolaborasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan perlindungan anak,” ujar Astriana.

 

Audiensi tersebut berlangsung sebagai bentuk keterbukaan Polres Sumba Barat dalam membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Sinergi antara kepolisian, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan dapat semakin kuat dalam mencegah kekerasan terhadap anak sekaligus memastikan setiap laporan ditangani secara cepat, profesional, dan sesuai ketentuan hukum.

Polres Sumba Barat terbuka terhadap informasi dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan Sumba Barat yang aman dan ramah bagi anak.