Home / BERANDA / Tindak Kekerasan Dalam Keluarga Acap Kali Terjadi

Tindak Kekerasan Dalam Keluarga Acap Kali Terjadi

humasressb.dok

Tribratanewssumbabarat.com – Polres Sumba Barat ; Penganiayaan kembali terjadi di Kampung Pateru Wanne Desa Ramadana, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya. Dan seperti kasus penganiayaan yang seringkali terjadi, peristiwa penganiayaan inipun masih melibatkan 2 orang yang masih ada hubungan keluarga. Dimana seorang lelaki berusia 72 tahun jadi menjadi korban tindak kekerasan dan penganiayaan oleh menantunya sendiri. Kejadian tersebut bermula pada hari Rabu tanggal 31 Mei 2017 pukul 10.30 Wita, lelaki dengan inisial MN usia 72 tahun baru kembali dari kebun miliknya, MN kaget melihat menantunya MM usia 40 tahun berada di rumahnya setelah sekian bulan pergi tanpa kabar berita. MN pun langsung bertanya kepada MM dengan menggunakan bahasa daerah Sumba “mubaliba” (kamu sudah pulang), seketika pula MM menjawab pertanyaan itu dengan caci maki yang kemudian MN kembali bertanya “apanamu patola” (kenapa kamu memaki saya). Tidak menerima dengan pertanyaan tersebut, MM menjawab “ini rumah saya, jadi wajar saya pulang”, MM pun langsung mengambil sabit (berbentuk seperti celurit) yang berada di bale-bale rumah dan menyerang MN. Akibat dari tindakan yang dilakukan MM, pergelangan tangan kanan MN pun terluka (luka potong).

Melihat kejadian tersebut, istri dari MN bergegas melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Loura. Dengan dasar pengaduan istri MN, Polsek Loura langsung mengambil tindakan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Sampai saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh Kepolisian Sektor Loura. (Humasressb.dok)

Penulis  : F. Budiono
Editor   : I Gede Eka P. Kumbara
Publish : I Putu Pasek

 

About Humas Polres Sumba Barat

Kunjungi Akun Media Sosial Humas Polres Sumba Barat

Check Also

Patroli dan Sambang Warga Kerap di Lakukan

Tribratanewssumbabarat.com – Polres Sumba Barat ; Untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat Sumba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *