Damaikan 2 Pihak Bersiteru, Kapolres Sumba Barat Lakukan Pendekatan Persuasif

Damaikan 2 Pihak Bersiteru, Kapolres Sumba Barat Lakukan Pendekatan Persuasif

TRIBRATA NEWS SUMBA BARAT  ; Menjabat sebagai Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K., M.H. berkomitmen mewujudkan wilayah hukum yang menjadi tanggung jawabnya selalu aman, tertib dan kondusif. Menaungi 2 (dua) wilayah sekaligus, yakni Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah bukanlah perkara mudah bagi Kapolres, akan tetapi bersama jajarannya ia optimis dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

 

Terjun langsung ke lapangan guna menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat bak menjadi kesehariannya selama 2 bulan terakhir ini, sejak ia menjabat sebagai Kapolres Sumba Barat. Seperti yang telah dilakukannya siang tadi di Hobakala, Desa Welibo, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Sabtu (17/10/2020).

 

Ya, pagi tadi sekitar pukul 07.00 Wita bertempat di perbatasan Kecamatan Lamboya dan Laboya Barat, Kabupaten Sumba Barat telah terjadi aksi saling serang (lempar batu) yang melibatkan warga Desa Haronakalla dengan warga Desa Welibo. Diduga memperebutkan batas wilayah desanya masing-masing, kedua belah pihak ini sempat bersitegang sampai akhirnya tiba pihak Kepolisian, TNI dan Pemerintah Daerah.

 

Tiba di lokasi, jajaran Polsek Lamboya bersama Anggota Koramil 1613-02 Walakaka yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Lamboya berusaha melerai kedua belah pihak. Belum mereda, sekitar pukul 11.30 Wita, Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K., M.H. bersama Plh. Bupati Sumba Barat Samuel Pakereng, STTP., M.Si dan Anggota DPRD Lamboya, Danramil 1613-02 Walakaka, Camat Lamboya, Camat Laboya Barat dan Kepala Desa Welibo serta Kepala Desa Haronakalla bersama-sama berusaha menghentikan perseteruan sekaligus meredakan suasana.

 

Selaku pimpinan tertinggi di Polres Sumba Barat, AKBP FX Irwan berkesempatan menyampaikan beberapa point terkait penanganan kasus perebutan tapal batas antara dua desa. Pendekatan persuasif dengan cara mengajak berkomunikasi kedua belah pihak dilakukan oleh Kapolres demi mencari benang merah dan ujung permasalahan.

 

'Kedepankan logika, redam amarah dan selesaikan permasalahan yang ada dengan kepala dingin dengan cara duduk bersama', tutur Kapolres. ' Kami akan memediasi kedua belah pihak bersiteru sekaligus mendatangkan pihak berkompeten yang mengetahui dengan benar seluk beluk serta akar permasalahan batas wilayah antara Kecamatan Lamboya dan Laboya Barat, seperti Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten', tambahnya. (FB36)